Industri Software Dapat Tumbuh 100%14 Maret 2009
Pertumbuhan usaha industri piranti lunak (software) komputer lokal bisa
tumbuh hingga 100 persen dari sekarang, jika kampanye nasional anti
penggunaan software ilegal berhasil.
Hal tersebut dinyatakan
Direktur PT Bamboomedia Cipta Persada, Putu Sudiarta, satu pengembang
software lokal dari Denpasar, di sela-sela sosialisasi Kampanye
Nasional HKI Anti penggunaan Software Ilegal oleh Tim Nasional PPHKI di
Bali melalui siaran persnya, di Jakarta, Jumat.
Sejak 1
Februari-30 Juni 2009, Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak
Kekayaan Intelektual (PPHKI) melakukan kegiatan Kampanye Nasional HKI
Anti penggunaan Software Ilegal.
Menurut Putu Sudiarta, pertumbuhan usaha pengembang software lokal rata-rata 50-60 persenper Desember tahun 2008.
Jika
penghargaan masyarakatterhadap HKI terus meningkat akibat Kampanye
Nasional HKI ini, makapertumbuhan usaha pengembang software lokal bisa
dua kali lipat daritahun lalu.
Selain itu, bakal terjadi lonjakan pengembang software lokal.
"Bagi
Bamboomedia, tahun lalu merupakan tahun terbaik sebagaipengembang
software lokal. Sebab pertumbuhan usaha kami di atas rata-rata," kata
Putu yang membangun Bamboomedia pada Februari 2002 silam.
Putu
mengatakan potensi usaha pengembang software lokal masih terbuka lebar
sebab kondisi pasokan dan permintaan di pasar software Indonesia masih
tidak seimbang.
"Yang terjadi adalah pengembang software lokalmasih belum mampu memenuhi jumlah permintaan yang besar dimasyarakat," kata Putu.
Dia menjelaskan pada 2008 penjualan produk software Bamboomedia mencapai 100.000 - 200.000 unit.
Saat ini perusahaan telah mempunyai sekitar 20 produk software, yang dijual dengan harga rata-rata kurang dari Rp 100.000.
"Dan
pada tahun ini, Bamboomedia akan mengembangkan produk-produk baru
sejumlah 35 produk. Sebagian besar untuk produk-produk kategori
e-learning, selain produk kategori e-business," katanya.
Putu
menyatakan pembajakan merupakan musuh nomor satu bagi pengembang
software lokal sebab pembajakan membuat biaya pengembangan (investasi)
satu produk software yang mencapai Rp50 juta menjadi tidak ekonomis.
Akibatnya, tidak banyak pengembang lokal yang berhasil melewati usia 5 tahun alias bangkrut.
"Kunci
Bamboomedia bisabertahan hingga mencapai usia 7 tahun, antara lain
efisiensi usaha dengan membuat sistem kerja yang praktis dan dukungan
pemerinta hdengan kegiatan-kegiatan anti pembajakan seperti Kampanye
Nasional HKI dan tentu saja penegakan hukum," kayanya.
Bamboomedia
juga selalu melakukan inovasi produkterutama dalam hal melindungi dari
kegiatan pembajakan, misalnya inovasi aktivasi produk software lewat
pesan singkat (SMS).
"TeknologiSMS cukup mampu menekan tingkat pembajakan terhadap produk Bamboomedia dan cukup aman," tambah Putu.
Sedangkan
Sekretaris Tim Nasional PPHKI, Andy N. Sommeng, mengatakan merupakan
kewajiban pemerintah untuk menjaga dan melindungi kepentingan nasional
termasuk para pengusaha nasional terutama dalam hak kekayaan
intelektual (HKI).
Pada era perdagangan yang kian global
(globalisasi)ini, instrumen HKI merupakan senjata bagi para pengusaha
nasional untuk melindungi kekayaan intelektualnya.
"Human capital ini harus dilindungi oleh pemerintah," kata Andy yang juga menjabat Dirjen HKI Departemen Hukum dan HAM.
Menurut
Andy, potensi pengembang software di Indonesia cukup tinggi, tercatat
ada 500 perusahaan software di Indonesia dengan sekitar 5.000 produk
software beredar di pasar.
Apalagi para peminat yang ingin belajar mengenai teknologi informasi ini kian tinggi dari tahun ke tahun.
Justisiari
P Kusumah, Sekjen Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan(MIAP),
menambahkan, hasil studi MIAP terhadap 12 sektor industri pada periode
2002-2005, menyebutkan, tindakan pemalsuan di industri sepatu,tekstil,
pakaian jadi, rokok, dan pestisida selama periode tersebut menimbulkan
kerugian mencapai Rp 4,4 triliun.
Jumlah tersebut belum termasuk pemalsuan terhadap produk software yang menimbulkan kerugian Rp 3,6triliun.
"Ini
merupakan kerugian yang sangat besar bagi bangsa ini," ujar Justisiari
yang juga kuasa hukum Business Software Alliance(BSA). Sumber : Kontekaja.com
|