Sony Ericsson MD300-Modem Praktis Fungsi Dinamis18 Februari 2009
Sony Ericsson MD300:
Modem Praktis Fungsi Dinamis
Di jaman seperti ini kebutuhan internet sudah jadi hal biasa. Internet
nggak hanya jadi sebuah kebutuhan semata, tapi juga bahkan nggak
sedikit yang kecanduan. Kalau sudah kecanduan, kalau lagi sakau ngenet
kadang solusinya juga mesti yang mudah. Kalau mesti ke warnet kadang
capek juga. Kalau kamu punya laptop yang bisa WiFi juga belum tentu
menyelesaikan masalah. Kan nggak semua tempat menyediakan layanan
seperti ini.
Untuk mengatasi masalah di atas, modem HSDPA jadi solusi. Di
pasaran sudah banyak yang beredar, seperti keluaran Huawei atau ZTE.
Dan, sekarang pemain besar di dunia hape juga ikutan bikin modem model
beginian. Sony Ericsson adalah pemain besar itu, dan modem MD300 adalah
andalan mereka. Modem HSDPA ini jadi satu produk yang bisa kita coba
dan menjadi alternatif dari produk-produk lain yang beredar.
Desain
Sony Ericsson MD300 merupakan modem yang memanfaatkan port USB
untuk dikoneksikan ke PC atau laptop. Sony Ericsson sebenarnya sudah
mengeluarkan yang versi PCMCIA, tapi versi yang USB ini tentu jauh
lebih praktis. Juga jauh lebih universal (namanya juga USB), karena
nggak semua PC atau laptop ada slot PCMCIA. Peranti ini juga bisa jadi
stik memori. Bahkan software dan driver dari alat ini juga disimpan kok
di dalamnya.
Fitur
Wireless Manager memang satu kekuatan dari modem ini. Sebenarnya
tidak jauh beda dengan modem-modem HSDPA lainnya, aplikasi ini memang
tidak memiliki banyak menu. Di sini hanya terdapat menu-menu soal akses
internet, pengaturan, dan hal-hal yang berhubungan dengan modem. Hampir
semua adalah menu untuk end user. Mudahnya pemakaian Wireless Manager
seimbang dengan modem USB yang dari awal memang dibuat untuk memudahkan
kita dalam berinternet.
Modem ini juga bisa digunakan dengan kartu SIM hape biasa.
Tidak harus memakai USIM yang notabene hanya untuk akses internet saja.
Disebutkan kalau Sony Ericsson MD300 bisa membuat kita berselancar
dengan jaringan HSDPA, UMTS, EDGE atau GPRS. Soal kecepatan memang
relatif. Nggak semua titik di negeri ini memiliki kekuatan akses yang
sama. Juga, tidak semua daerah sanggup menerima sinyal jaringan HSDPA.
Meski kartu SIM menyediakan layanan HSDPA, tapi kalau jaringannya nggak
maksimal kan sama saja bukan. Setidaknya peranti ini sanggup untuk
memanfaatkan segala jenis jaringan seperti yang disebutkan tadi.
Kinerja
Menggunakan peranti ini sebenarnya mudah saja. Kita tinggal
colok, maka peranti ini akan dideteksi otomatis sebagai flashdisk.
Begitu kita melakukan instalasi software dan driver, komputer baru
mengenali alat ini sebagai sebuah modem. Setelah instalasi selesai dan
komputer di-restart juga mudah sekali kok selanjutnya untuk menjelajah
dunia internet. Lewat software bernama Wireless Manager, mengakses
internet jadi mudah.
sumber : www.handphone.co.id
|